Jumat, 27 November 2015

Could It Be?

Entah perasaan apa ini namanya. aku mengenal dia sejak ia menjadi dosenku untuk mata kuliah listening. Ya, dia dosenku, sebut saja "mr. S". sejak pertama aku melihatnya, ada perasaan aneh yang muncul dalam hatiku, sepertinya wajahnya tak setampan adam levine ataupun david beckham tapi mengapa ia mampu membuatku begitu ingin selalu melihatnya. awalnya kupikir aku hanya mengaguminya. seorang dosen muda yang dapat mengajar dengan sangat baik menurutku. tapi sepertinya rasa ini tak bisa kujelaskan, bahkan kepada diriku sendiri. Lambat laun waktupun berlalu, aku pun tak lagi bertemu dengannya dikelas. tapi entah mengapa ia sesekali hadir dalam mimpiku. bahkan didalam mimpi pun aku dibuat terpesona oleh perangainya. Oh Tuhaan.. perasaan macam apa ini? aku yang berstatus mahasiswa rasanya kurang pantas jika menyayangi seorang dosen dan akupun berusaha untuk melupakannya.

Hari berlalu, waktu berputar, aku diajar oleh dosen wanita yang kebetulan adalah teman dari mr.S. saat kita berbincang-bincang, entah mengapa mr.S menjadi pembicaraan kami dan temanku pun sontak saja menyebutkan bahwa aku menyukai mr.S, dari situ aku tau bahwa mr.S baru saja ditinggalkan kekasihnya, ditinggalkan untuk selamanya. dan aku teringat bahwa aku berteman dengannya di twitter, malam itu, aku membaca semua blognya yang bercerita tentang kematian sang kekasih, aku menangis dibuatnya. entah kenapa aku ingin memeluknya, menghapus kesedihannya, walaupun aku tau itu tak mungkin. maka setiap malam aku berdoa agar ia tak lagi sedih.

_English Camp Memories_
semester 5 aku mengikuti kegiatan kampus yaitu English Camp. Acara berlangsung 2 hari di salah satu villa di Cibodas. ternyata mr.S juga ada di acara tersebut. aku sangat senang mengetahui kabar tersebut. dan sepertinya Allah ingin membuatku bahagia walau hanya sebentar, aku menjadi timekeeper untuk lomba debating dan mr.S menjadi MCnya. kami saling berkomunikasi dan bertatap muka. Ya Tuhaan..terimakasih telah memberikan aku waktu untuk bersamanya walaupun hanya sebatas itu. dan kabar gembiranya lagi, temanku yang mengetahui perasaanku kpd mr.S mengabadikan kegiatan tersebut dr jauh. many thanks sob :D dan masih di area english camp, ketika aku selesai sholat maghrib, dia memasuki mushola dan mengajak salah satu mahasiswa untuk berjama'ah. dan untuk pertama kalinya aku merasakan cemburu, ingin rasanya aku ikut sholat berjamaah dengannya, tetapi tidak mungkin hahaha.. akhirnya aku hanya duduk manis dibelakang melihatnya menjadi imam wanita lain *lebaydikit* aku mendengarnya membaca surat alfatihah, lanjut surat al-maun..dan itu menjadi al-fatihah terindah yang pernah aku dengar *lebaydikitlagi* dan saat malam harinya, aku selalu terbayang olehnya, terbayang sentuhan tangannya saat menyuruhku menjadi timekeeper, terbayang senyumannya dan kata2nya saat mengajak mhasiswa berjama'ah, dan aku pun bercerita kepada salah satu temanku tentang perasaanku. awalnya ia juga heran mengapa aku begitu suka kepadanya, lalu aku iseng menuliskan curahan hatiku dalam kata2 bahasa inggris dan saat temanku membacanya, ia mengatakan bahwa aku jatuh cinta kepada mr.S, tetapi aku tidak yakin bahwa aku telah jatuh cinta maka aku melanjutkan untuk tidur. tetapi hal yang memalukan dan mengejutkan terjadi selagi aku tidur. temanku mengirimkan kata2 itu kepada mr.S. pagi-pagi saat aku terbangun dan melihat whatsapp, aku sangat marah kepada temanku. tapi nasi sudah menjadi bubur, pesan telah dikirim dan mr.S telah membalasnya dengan "ini siapa?" tapi aku bersyukur bahwa ia tidak mengetahui bahwa itu adalah aku. dan aku membalasnya dengan jawaban yg bodoh. aku bilang salah kirim hahahaha. mulai saat itu, aku malu jika berhadapan dengannya, aku takut dia tau bahwa itu nomerku.dan aku mulai menjauhinya dan berusaha untuk melupakan dirinya.

dan sekarang, aku kembali berhubungan dengannya, aku lupa bagaimana awalnya, tapi aku senang sekali bisa mengetahui kabarnya lagi dan bs mengobrol dengannya. walaupun aku tidak terlalu berharap karena aku takut dia sudah mempunyai wanita idamannya. tapi ternyata, beberapa hari yang lalu, kita begitu dekat. bertepatan dengan putusnya aku dengan pacarku saat itu, kita beberapa kali berchat ria di line/bbm. Aku akui aku sangaaat senang. entah bagaimana akhirnya nanti, aku hanya pasrah kepada Allah SWT. yang aku lakukan sekarang hanya menjaga hubungan baik ini. aku tidak ingin terlalu berharap walaupun namanya sering kusebut dalam do'aku. dan sampai saat ini, aku tidak tahu perasaan macam apa ini? Could it be Love??? biarkan waktu yang menjawab.