Kasih, bahkan aku berusaha untuk tidak peduli bahwa cintaku ini hanya memiliki dua akhir. Aku mendapatkanmu atau akhirnya aku harus kehilanganmu selamanya.
Karena kenyataannya memang seperti itulah cinta. Dia bisa membuat pipi tidak dapat berhenti merekahwalau sedetik saja, dia juga bisa membuat seseorang menangis dengan mudahnya.
Lantas, mengapa aku tidak menyerah saja?
Mengapa aku justru memperjuangkannya?
Mungkinkah bahagia itu adalah milik kita berdua?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar